Natural Air Conditioner (NAC)

Natural Air Conditioner (NAC)

NATURAL AIR CONDITIONER (NAC)

(Pemanfaatan Tanaman Hias Sebagai Penyejuk Ruangan Alami Dalam Mengatasi Kebutuhan Terhadap Udara Bersih & Segar)

 

Oleh:

Afifah Fitri Ramadhani dan Sherly Dwi Agustin

Supervisor : Usman, S.Si.,M.Pd & Drs. Ibnu Purbiyantoro, M.M.

Scuter Matics Tanzania, Sman 2 Ogan Komering Ulu

Jl. Tanzania, Kel.Batu Raden, Kec.Lubuk Raja, Kab.Oku

LPB Environmental Science / OKU – Sumatera Selatan 2019


PENDAHULUAN

 

Pada masa sekarang ini untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan merata maka,diberlakukanlah otonomi daerah sesuai dengan UU No. 32 tahun 2004 dengan adanya otonomi daerah tersebut memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan pembangunan secara meluruh khususnya di daerah termasuk pembangunan dibidang industri. Hal ini memberikan dampak yang cukup besar di daerah untuk mengurus urusan rumah tangga daerah masing-masing tanpa bergantung terhadap pusat seutuhnya.


Salah satu misi pemerintah dalam mengimplementasikan otonomi daerah untuk mewujudkan perkembangan negara Indonesia adalah dengan melakukan pengembangan daerah perindustrian. Sehubungan dengan hal tersebut provinsi Sumatera Selatan khususnya kota Palembang sebagai kota metropolitan telah mengembangkan sebagaian daerahnya sebagai daerah perindustrian.


Dibalik dampak positif yang ada,tentunya dunia industri memiliki dampak-dampak negatif yang diantaranya adalah masalah lingkungan dalam pembangunan industri. Banyak proyek-proyek pembangunan industri sering kali menyebabkan kasus-kasus pencemaran yang jelas-jelas merusak lingkungan sehingga lingkungan sekitar pabrik industri mengalami pencemaran salah satunya pencemaran udara. Hal itu tentu saja mengakibatkan gangguan bagi masyarakat sekitar pabrik dan juga tentunya masyarakat umum. Banyak penyakit-penyakit gangguan pernapasan yang menyerang warga sekitar dan juga masyarakat umum tentunya.


Kasus pencemaran lingkungan udara yang terjadi akibat industri diakibatkan oleh pembuangan gas pembakaran mesin diesel dan gas sisa produksi yang dibuang melalui cerobong asap,namun dalam  kasus ini cerobong asap yang dipergunakan sebagai saluran pembuangan sekaligus penyaringan udara sisa sebelum dibuang tidak memiliki spesifikasi yang baik dalam mengurangi polusi. Selain itu ketinggian dan kemiringan cerobong asap juga harus ideal sehingga udara sisa yang dibuang tidak mengenai lingkungan tempat tinggal warga.


Kasus pencemaran lingkungan udara yang diakibatkan oleh industri juga dapat diakibatkan oleh fasilitas transportasi yang digunakan. Mengingat bahwa sekarang Indonesia adalah negara berkembang yang sangat berambisi untuk menjadi negara maju tentu saja pembuangan asap dan gas oleh kendaraan pabrik yang beradu dengan asap dan gas pembuangan dengan kendaraan masyarakat umum lainnya sangat berpengaruh terhadap kualitas dan pencemaran lingkungan udara. Selain hal-hal tersebut kasus pencemaran udara juga dapat diakibatkan oleh asap yang ditujukan untuk pembukaan lahan industri dengan cara pembakaran hutan atau lahan sehingga mengakibatkan kabut asap.


Untuk menanggulangi pencemaran lingkungan udara dan memperbaiki  kualitas udara diperlukan kegiatan atau sebuah terobosan sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Oleh karena itu,dalam penulisan ini penulis akan membahas pemanfaatan, pengembangan dan pembudidayaan air plant untuk daerah yang telah terkontaminasi udara.


Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian pada penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui pendingin ruangan yang dapat digunakan untuk menanggulangi keadaan udara yang telah terkontaminasi.
  2. Untuk mengetahui apakah tanaman dapat dimanfaatkan menjadi AC alami.
  3. Untuk mengetahui berapa besar dan berapa lama AC dapat mendinginkan suhu udara dan menurunkan suhu udara suatu ruangan
  4. Untuk memberi tahu proses pembuatan tanaman menjadi AC alami.


METODOLOGI PENELITIAN


Waktu dan Tempat Penelitian 

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2019. Penelitian ini bertempat di Laboratorium Biologi dan Laboratorium Kimia SMA N 2 OKU.

Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen.

  1. Penelitian yang pertama adalah penelitian eksperimen pembuatan AC alami (NAC) yang berupa tanaman hias dan pembuatan media pembungkus luar atau badan AC.
  2. Penelitian yang kedua adalah percobaan hasil penelitian pertama yaitu dengan menjadikannya AC alami (NAC), serta menguji coba kuat dan tahan lama AC alami dengan termometer, dan mencobanya pada replica rumah-rumahan.

Variabel Penelitian

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tanaman-tanaman yang digunakan untuk menjadi Natural Air Conditioner (NAC) yaitu beberapa tanaman hias seperti Bunga Peace Lily,Sri Gading, Gerber Daisy, Aloe Vera dan Spider Plant. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah suhu yang dihasilkan pada skala celcius yang diamati selama 5hari yang diamati selama 4 jam.



HASIL DAN PEMBAHASAN


Natural Air Conditioner (NAC) Sebagai Alternatif Pengganti AC Modern

Di zaman globalisasi dan masa pembangunan yang sedang gencar-gencarnya digalakkan dan diserukan oleh pemerintah Indonesia,permasalahan lingkungan selalu menjadi momok utama dikarenakan perkembangan pembangunan industri sebagai dampak dari era globalisasi dan gencarnya pemerintah dalam menggalakkan masa pembangunan di Indonesia.


Seperti yang kita ketahui,seiring berjalannya pembangunan industri di Indonesia kebutuhan akan udara bersih adalah dampak dari program pemerintah tersebut. Udara merupakan kebutuhan dasar terpenting dalam hidup manusia. Namun,sayangnya kini udara yang tersedia di lingkungan telah tercemar oleh berbagai polusi.


Segala bentuk polusi tersebut termasuk hasil dari pembangunan industri menjadi penyebab timbulnya beragam gangguan kesehatan,mulai dari penyakit ringan hingga kanker bahkan kematian.


Orang dewasa butuh mengkonsumsi 1 kg makanan,2 kg air setiap hari serta menghirup 13,5 kg udara dalam sehari. Dengan demikian kualitas udara sangat penting untuk semua orang.Untuk menghindarkan dari udara yang telah terkontaminasi itu,bermunculanlah berbagai inovasi alat pembersih udara. Salah satunya adalah hasil dari penelitian yang telah kami lakukan. 


Dengan memanfaatkan tanaman hias sebagai Natural Air Conditioner (NAC) yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menanggulangi udara yang telah terkontaminasi dan dapat menurunkan suhu udara.  Dalam aplikasinya pembuatan Natural  Air Conditioner (NAC) dapat didesain sedemikian rupa sesuai dengan pada Gambar 5 dan 6 dibawah ini.

Gambar 5. Posisi Tanaman Hias sebagai NAC berada di ventilasi rumah


Pada gambar 5 yang menggambarkan posisi depan, pot gantung kami menyarankan posisi tanaman hias berada di ventilasi udara. mengapa demikian, karena proses transpirasi yang membuat udara sejuk di sekitar tanaman , sehingga dapat dengan mudah udara sejuk tersebut memasuki rumah.


Gambar 6. Posisi Tanaman Hias sebagai NAC berada di ventilasi rumah yang didesain menggunakan katrol (sebagai pemindah)


Sedangkan pada gambar 6 memperlihatkan tampak samping desain rumah. kami menggunakan katrol untuk memindahkan tanaman hias. Pada saat siang , posisi yang kami sarankan adalah di dekat ventilasi dikarenakan tanaman menghasilkan O2, sedangkan untuk malam hari kami menyarankan posisipot berada jauh dari jendela atau ventilasi karena tanaman pada malam hari menghasilkan CO2.


Tanaman yang kami sarankan untuk pot gantung adalah Srigading , dan untuk pot halaman depan adalah bunga peace lily dan Gerber daysi. Penggunaan katrol dan pot gantung bukan hanya sekedar alat, tetapi juga dapat dijadikan tempat olahraga tangan dan tempat penghias dinding rumah.


Potensi Tanaman Hias Sebagai Natural Air Conditioner (NAC) 

Penyejuk ruangan adalah alat yang berfungsi untuk menstabilkan suhu udara dan kelembapan suatu area atau ruangan. Apakah tanaman hias dapat dimanfaatkan sebagai penyejuk ruangan? Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa tanaman hias yang biasanya hanya dimanfaatkan untuk mempercantik ruangan saja dapat digunakan sebagai pendingin ruangan atau Natural Air Conditioner (NAC) dan pengganti AC modern.


Dalam penelitian kami kali ini tanaman hias merupakan pengganti komponen penyusun AC modern yang dapat kita jumpai dengan mudah bahkan seringkali teracuhkan oleh kita. Dalam pembuatan Natural Air Conditioner ini cukuplah mudah kita cukup membuat media untuk tempat tanaman hias untuk dapat ditarik ulur sehingga dapat dengan mudah dikeluar serta dimasukkan ke dalam ruangan.Seperti yang kita ketahui bahwa AC modern terdiri dari komponen-komponen yang rumit namun tanaman hias yang kami pakai dalam penelitian kami kali ini dapat menggantikan komponen-komponen yang rumit tersebut dengan tanaman hias. 


Dengan memanfaatkan bahwa tanaman hias tak hanya cantik dipandang tetapi,juga mempunyai manfaat sehat bagi manusia. Tidak digunakan sebagai bahan jamu atau makanan,tetapi beberapa tanaman hias membantu membersihkan udara di dalam ruangan,sehingga sehat dan segar untuk dihirup kembali. Racun yang dapat dibersihkan termasuk benzena dan formadeldehya. Benzena ditemukan dalam asap rokok,sedanglan formadeldehya adalah zat yang dapat menyebabkan iritasi pada mata,hidung dan tenggorokan. 


Berapa besar dan berapa lama Air Conditoner dapat mendinginkan suhu udara dan menurunkan suhu udara suatu ruangan? Dalam percobaan kami kali ini,kami menguji Natural Air Conditioner dalam bentuk miniatur serta menggunakan miniatur rumah-rumahan sehingga kami dapat menyimpulkan bahwa tanaman hias memang dapat digunakan untuk mendinginkan serta menurunkan suhu suatu ruangan. Kami menguji coba Natural Air Conditoner buatan kami sebagai berikut : Kami menguji coba selama 4 hari dan pada ruangan pengap dengan mematikan seluruh pendingin ruangan yang mana setiap satu jam sekali kami meninjau apakah terjadi penurunan suhu dalam ruangan tersebut dengan masa pengujian 4 jam sehari.


Keunggulan Natural Air Conditioner (NAC)

Sirkulasi udara adalah proses pergantian udara didalam suatu ruangan dengan memasukkan udara dari luar dan membuang udara di dalam ruangan. Sirkulasi udara yang baik merupakan kunci untuk mendapatkan rumah atau ruangan yang tak pengap dan panas. Artinya, rumah atau ruangan harus memiliki bidang yang ada lubangnya, Lubang ini disebut dengan ventilasi


Dulu,orang sering menyediakan ventilasi bawah yang berjarak sekitar 20 cm dari lantai. Belakangan, cara ini mulai ditinggalkan. Padahal secara prinsip,ventilasi bawah memang efektif.


Udara panas didesak ke atas hingga penghuni rumah tidak terlalu gerah (Sulaiman,2014). Ditinggalkannya ventilasi bawah,didasarkan pada alasan khusus. Rumah-rumah di Indonesia kurang cocok memakai ventilasi bawah diakibatkan oleh serangan tikus. Lagipula saat ini keberadaan ventilasi udara telah tergantikan dengan keberadaan AC modern. Padahal ventilator tetap diperlukan pada ruangan ber-AC.


Jika tidak,AC akan bekerja lebih berat. Dikarenakan suhu atas ruang sangat panas.Untuk mengatasi hal ini peletakan tanaman di dalam ruang juga dapat membantu penyegaran hawa dalam ruang. Oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesis pada tanaman dijamin membuat ruangan terasa lebih sejuk di siang hari. 


Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang artinya penyusunan. Jadi,fotosintesis adalah proses penyusunan  atau pembentukan bahan organik seperti karbohidrat dari H2O dan CO2 dengan bantuan cahaya, air dan garam-garam mineral diserap oleh tumbuhan dari dalam tanah melalui rambut-rambut akar yang terdapat dalam epidermis akar. Tumbuhan mengambil karbon dioksida yang berada pada lingkungan atau udara sekitar dengan cara difusi,osmosis dan transpor aktif.


Udara yang mengandung karbon dioksida masuk  ke dalam daun melalui stomata. Selanjutnya,karbon dioksida menyebar ke sel-sel daun. Karbon dioksida bereaksi dengan air dan dihasilkan zat makanan berupa karbohidrat atau glukosa dan oksigen. Selain itu,mengapa kami memilih papan kayu sebagai bahan pembuatan miniatur rumah dalam percobaan kami kali ini? Itu dikarenakan beberapa faktor yaitu :


  1. Ketahanan kayu sudah dibuktikan oleh rumah-rumah peninggalan nenek moyang di mana rumah tersebut mampu berdiri kokoh dari satu generasi ke generasi berikutnya.Begitupun jika terjadi kerusakan,maka perbaikan dan penggantian kayu bisa dikerjakan dengan mudah.
  2. Kayu merupakan salah satu bahan bangunan yang bisa didaur ulang. Kayu yang sudah rusak dapat dijadikan aneka kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Berbeda dengan reruntuhan tembok yang hanya bisa dimanfaatkan kembali untuk mengubur tanah.
  3. Kayu bisa dibentuk menjadi rumah dengan desain apapun,baik tradisional maupun modern. Hal ini karena kemampuan kayu yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tidak hanya itu,kayu juga dapat digunakan untuk membuat lantai,dinding,furnitur,dan bagian rumah lainnya.
  4. Sifat kayu yang elastis membuat rumah dengan bahan ini mampu bertahan lebih lama jika terjadi gempa. Ketika kayu-kayu ini berjatuhan,maka efeknya tidak separah saat kita tertimpa dinding tembok.
  5. Karena prosesnya yang terbilang sederhana,pembangunan miniatur rumah berbahan kayu akan memakan waktu yang lebih cepat. Berbeda dengan pendirian miniature rumah tembok yang harus melalui serangkaian proses pengerjaan dari pondasi,pengayakan pasir,pembuatan adonan semen,penyusunan batu bata,pengacian,pengecoran, dan seterusnya.

Jika dibandingkan dengan penggunaan AC modern yang digunakan ni oleh masyarakat, memang penggunaan Natural Air Conditioner (NAC) masih relatif kurang effisien tetapi jika dipandang dengan kondisi lingkungan yang saat ini terjadi sebaiknya kita perlu untuk kembali ke alam yang dikenal sebagai konsep Back to Nature, berikut disajikan tabel keunggulan penggunaan Natural Air Conditioner (NAC)

Tabel 5. Perbedaan Penggunaan Natural Air Conditioner (NAC) dengan AC Modern



No.

Natural Air Conditioner (NAC)

 

AC Modern

1.

Lebih Ramah Lingkungan

Tidak Ramah Lingkungan, karena menghasilkan Freon

2.

Penggunaan Relatif Lebih Lama

Penggunaan Sangat Terbatas

3.

Tidak menggunakan energi listrik

Memerlukan energi listrik

4.

Dapat digunakan sebagai alat olah raga, sehingga proses pemindahan tanaman lebih fleksibel

Tidak dapat dipindah-pindahkan

5.

Jika rusak, dapat lebih cepat diperbaiki

Jika rusak, Memerlukan waktu yang lama untuk diperbaiki

6.

Secara tak langsung, memelihara tanaman yang digunakan

Tidak ada tanaman yang digunakan



PENUTUP

 

A.  Simpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah kami lakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan, sebagai berikut :

1.   Pada saat ini sangat dibutuhkan teknologi pendingin udara yang bukan hanya dapat mendinginkan suhu udara saja namun juga dapat menjadi pembersih udara yang ramah lingkungan.

2.   Tanaman hias dapat dimanfaatkan sebagai pengganti komponen-komponen pada AC modern sehingga menjadi Natural Air Conditioner (NAC).

3.   Dari hasil percobaan satu pot tanaman hias dapat menurunkan suhu sebesar 5oC dalam waktu satu jam.

 

B.  Saran

Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah :

1.   Dalam pembuatan miniatur rumah diharapkan berhati-hati pada benda tajam yang digunakan untuk keselamatan.

2.   Peneliti menyarankan untuk yang mencoba janganlah berhenti mencoba jika mengalami kegagalan

3.   Bahan-bahan untuk pembuatan miniatur rumah diharapkan memanfaatkan barang-barang bekas jadi,benar-benar menjaga lingkungan.


DAFTAR PUSTAKA

Limin,Evy. 2008. 500 Tanaman Hias Buku 2. Indonesia : PT. Prima Infosarana Media.

 

TIM ABDI GURU. 2014. Mandiri Biologi SMP Kelas VIII. Indonesia : Erlangga.

 

Furqonita,Deswati.S,Si,M.Biomed.2002.Seri IPA Biologi 2 Kelas VIII SMP. Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KTD).

 

T,Bernadrtius. Wiryanto,Wahyu. 2007.Media Tanam Untuk Tanaman Hias. Jakarta : Agro Media Pustaka.

 

Endah,Joesi. 2001. Membuat Tanaman Hias Rajin Berbunga. Jakarta: Agro Media Pustaka.

 

S,Mona. 2004. Mendesain,Membuat & Merawat Taman Rumah. Jakarta : Agro Media Pustaka.

 

Lingga,Lanny. 2005. Menanam & Merawat Tanaman Hias Gantung. Jakarta : Agro Media Pustaka.

 

Lingga,Lanny. 2005. Menanam & Merawat T


0 Comments

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang harus diisi ditandai *